Pementasan Drama “Putri Kembang Dadar” oleh Mahasiswa PPS Unsri 2018


Putri Kembang Dadar merupakan salah satu Putri tercantik dan yang paling berani berasal dari kerjaan Hilir yang selalu berseteru dengan kerajaan hulu yang dipimpin oleh Raja Gading. Cerita mengenai Putri Kembang Dadar dipilih untuk dipentaskan kembali dalam Bahasa Inggris karena dianggap mampu menarik minat khalayak ramai untuk mengetahui asal-usul daerah Hulu dan Hilir yang sampai saat ini masih ada dikota Palembang.  Jum’at (26/4) pada pukul 13.00, mahasiswa pasca sarjana FKIP program studi Bahasa Inggris kelas regular semester II Unsri angkatan 2018 berusahan mengemas cerita Putri Kembang Dadar semenarik mungkin tanpa menghilangkan cerita asli dan pesan moral yang akan disampaikan.



Sebelum dikuasai kerajaan Sriwijaya yang tersohor di abad 7 Masehi, Palembang dan sekitarnya sudah tumbuh beberapa kerajaan kecil. Konon perselisihan dua kerajaan ini sudah berlangsung lama. Keduanya ingin saling menguasai wilayah. Perang sudah berlangsung dari satu generasi ke generasi raja lainnya. Kerajaan yang menguasai hulu Sungai Musi, dipimpin Raja Gading diperankan oleh Agung Kurniawan. Raja berparas tampan dan berusia muda ini sangat karismatik. Ia memiliki strategi memimpin kerajaan dan membuat siasat perang yang tangguh. Hal itulah, yang membuat raja-raja lainnnya menaruh segan saat bertemu Raja Gading. Dua kerajaan yang berdekatan dengan Kerajaan Hulu juga sudah berhasil direbut saat Raja Gading memimpin perang.Sementara di seberang hilir Sungai Musi, dikuasai Raja Ambor diperankan oleh M. Ridho. Raja ini lebih lama memimpin kerajaan dibandingkan Raja Gading. Perperangan keduanya kerajaan ini, telah melibatkan empat generasi sebelum dua raja ini memimpin. Raja Ambor sudah menikah, ia memiliki satu orang putri nan cantik jelita, Siti Soleha atau lebih dikenal Putri Kembang Dadar yang diperankan oleh Ira Audina Pratiwi.



Singkat cerita Putri Kembang Dadar menyamar untuk mengetahui strategi kerajaan Hulu. Di tengah penyamaran, Putri Kembang Dadar dicurigai dan dinterogasi yang akhirnya dia menjadi seorang pelayan di kerajaan Hulu. Selama masa hukuman, Raja Gading selalu memperhatikannya dan menyadari kalau beliau sudah jatuh hati kepada Putri Kembang Dadar. Kabar menikah nya pun terdengar di telinga kerajaan Hilir. Raja Ambor murka mendengar hal ini dan mengirim messenger ke kerajaan Hulu. Sang Putri pun kembali dan mengorbankan diri nya agar badan nya dibelah dan dibagi menjadi dua bagian untuk mencapai perdamaian. 



Pementasan drama ini juga merupakan mata kuliah yang diikuti oleh mahasiswa PPS Unsri program studi Pendidikan Bahasa Inggris dibawah bimbingan Dr. Hj. Rira Inderawati, M.Pd. dan Dr. Margaretha Dinar Sitinjak, M.A. Selain pemeran utama, pemeran pendamping dan kru, Nais Saraswati, Director, dan Fenisya Anggraini, Assist. Director, ikut andil berperan besar dalam mensukseskan pementasan drama ini.

Pementasan drama ini disambut antusias oleh penonton yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari dosen-dosen Unsri seperti Prof. Chuzaimah D. Diem, M.L.S, Ed. D., Dra. Rita Hayati, M.A., Dra. Sutari Harifin, M.A., Fiftinova, S.S., M.Pd.,  bapak Soni Mirizon, M.A., Ed.D selaku ketua prodi pendidikan bahasa PPS UNSRI, dan Sheilla Novita selaku pendiri NGO-Blue Sparkle. Tak lupa juga siswa-siswa dari berbagai SMP ataupun SMA dikota Palembang, mahasiswa dari berbagai jurusan dan universitas, hingga masyarakat umum ikut memeriahkan pentas drama ini. Dari awal mulai hingga drama selesai berbagai ragam reaksi dari penonton. Ada yang tertawa hingga terhanyut dengan akting dan alur cerita drama itu sendiri.

Pentas drama ini dibuka secara resmi oleh Kordinator Prodi Magister Pendidikan Bahasa yang baru, Drs. Soni Mirizon, M.A., Ed.D. Dalam sambutannya beliau menyatakan sangat mendukung kegiatan berdrama mahasiswa ini dan berharap tetap berlanjut. Sebelum itu, para pembimbing mata kuliah tersebut menyampaikan kata sambutan. Dalam sambutannya, Dr. Rita mengungkapkan kebahagiaannya karena pada pentas drama ini hadir dosen senior sastra Inggris yang sudah purnabakti, Dra. Sutari Harifin, M.A. yang mengajarkannya untuk bersastra. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Nurhayati, M.Pd. selaku dosen Bahasa Indonesia yang juga ketua HISKI Sumsel dan Ketua Sanggar Dulmuluk Kampus Unsri yang turut mensponsori properti sanggar untuk kebutuhan pentas.



Tidak hanya drama, diakhir acara seluruh pemeran dan kru yang bertugas mengajak semua penonton untuk ikut menari atau melakukan flashmob dengan lagu Maumere. Acara menarik lainnya adalah ketika narator memberitahu kepada seluruh penonton bahwa dibawah tempat duduk mereka telah disiapkan berbagai macam doorprize menarik yang bisa dibawa pulang.



Semoga melalui mata kuliah Literature in EFL Classroom dan pementasan drama seperti ini, masyarakat menjadi lebih mengenal dan sadar untuk melestarikan budaya-budaya yang ada di Sumatera Selatan, khusus nya Palembang.


Salam Literasi 


 

 

 

 

Forum komentar untuk artikel ini telah ditutup.