WORKSHOP BERSAMA ALUMNI, “MENGENAL TEATER LEBIH DEKAT”

Seni Teater atau seni pertunjukan, tak lepas dari 2 hal dasar yaitu ekting (acting) dan penyutradaraan yang merupakan 2 hal pokok dalam sebuah pertunjukan. Acting merupakan sebuah hal yang mendasar yang harus dimiliki olehsetiap pemain dari teater itu sendiri, sedangkan teknik penyutradaraan juga tidakkalah pentingnya dalah seni teater ataupertunjukan. Sebuah pertunjukan yang baikdan sukses, harus memiliki sutradara dan pemain yang baik pula. Grup teater besarpun, dapat sukses melangsungkan pertunjukannya jika memiliki pemain pemain dan sutradara yang berkompeten dan berkualitas.

Di era sekarang, teater sudah menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam masyarakat,baik dikalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Namun kenyataannya, banyak pula orang yang berkecimoung dan menyukai seni teater ini, kurang memahami mengenai teknik acting dan penyutradaraan yang baik. Sebagian besar hanya memandang acting sebagai hal yang wajib dilakukan dalam dunia teater tanpa mengetahui teknik yang baik dari acting itu sendiri. Terkait hal tersebut, kami dari Pengelola Laboratorium Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, Universitas Sriwijaya, bermaksud mengadakan workshop dan pelatihan mengenai teater “Mengenal Teater Lebih Dekat”.

Labdik Bahasa Indonesia merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan dan mengasah bakat dalam berteater, yang terdiri dari mahasiswa yang mencintai teater dan terus belajar untuk mengetahui lebih dalam mengenai dunia teater yang luas cakupannya. Semoga dengan kegiatan workshop yang akan diselenggarakan ini, kita dapat sama – sama memahami dan mengenal lebih dalam mengenai dunia teater, terutama “Acting dan Penyutradaraan”.

Kegiatan workshop ini diadakan pada:

Hari/Tanggal : Jumat, 3 Desember 2021

Waktu : 14.00-15.00 WIB

Tempat : Ruang Laboratorium Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Sriwijaya.

Dengan diadakannya workshop bersama alumni ini mengenai pengenalan dan pendalaman teater, diharapkan mampu menambah wawasan dan mendapatkan manfaat dalam berteater dan mampu mengimplementasikan ke dunia teater atau masyarakat pada umumnya, mahasiswa calon guru yang akan berhadapan langsung dengan siswa setelah menyelesaikan kuliahnya. Dengan adanya wadah atau tempat laboratorium ini dapat membantu kita semua untuk saling berinteraksi, bertukar pikiran, dan menuangkan ilmu-ilmu kepada rekan- rekan yang penuh dedikasi dalam berkarya dan berteater. Oleh karena itu, dukungan yang baik dari semua pihak sangat dibutuhkan agar kegiatan berkesenian, lebih khususnya seni teater, bisa terus hidup dan berkembang. Kesenian bisa dinilai menjadi alternatif pendidikan yang positif dalam membentuk karakter bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 4 =